Senin, Februari 16, 2026
BerandaHeadlinesDurian Merah Asal Banyuwangi Resmi Dilindungi Negara

Durian Merah Asal Banyuwangi Resmi Dilindungi Negara

SELASARSURABAYA – Durian Merah asal Banyuwangi kini secara resmi telah mendapatkan perlindungan hukum melalui sertifikat Indikasi Geografis (IG). Sertifikat ini diterbitkan oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia melalui Direktorat Merek dan Indikasi Geografis.

Pencapaian ini merupakan buah manis dari perjuangan panjang pemerintah daerah Banyuwangi yang telah mengajukan permohonan sejak tahun 2023, menjadikan Durian Merah sebagai durian pertama di Indonesia yang memiliki sertifikat IG.

​Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut kabar gembira tersebut. Ia menegaskan bahwa pengakuan negara ini bukan sekadar dokumen administratif, melainkan sebuah validasi atas keaslian dan kualitas produk lokal Banyuwangi.

​Dalam pernyataannya, Ipuk menekankan bahwa status IG ini akan menjadi instrumen promosi yang sangat strategis. Harapannya, hal ini akan memicu peningkatan produktivitas para petani durian khususnya di Kecamatan Songgon yang dikenal sebagai sentra utama serta menjadi magnet kuat untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Ayo datang ke Banyuwangi, nikmati durian merahnya. Karena durian merah Banyuwangi sangat unik yang tak dimiliki daerah lain,” ujar Ipuk, dikutip S
Minggu (25/1/2026).

​Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi, Ilham Juanda, memaparkan
Durian Merah Banyuwangi (Durio Zibethinus L) memiliki karakteristik yang sangat distingtif yang terbentuk dari pertemuan faktor alam yang spesifik seperti kondisi tanah, iklim mikro, dan ketinggian wilayah dengan kearifan lokal dalam teknik budidaya yang diwariskan antar-generasi.

Tidak hanya satu warna, durian ini memiliki gradasi yang memukau mulai dari merah penuh, merah pelangi, hingga merah semburat. Bentuknya bervariasi dari bulat hingga lonjong dengan kulit berwarna kuning-hijau.

Durian merah ini juga memiliki ketebalan daging antara 4,2 hingga 18,5 milimeter dengan persentase daging mencapai 41,7 persen. Teksturnya dikenal lembut dan pulen, yang menawarkan keseimbangan rasa manis dan pahit yang harmonis dengan aroma yang sangat kuat.

​”Durian ini mengandung antioksidan tinggi, vitamin C, dan memiliki kadar lemak yang relatif lebih rendah dibandingkan durian pada umumnya,” imbuhnya.

​Status sebagai komoditas langka semakin menambah nilai eksklusif durian merah. Saat ini, tercatat baru ada enam pohon induk yang didaftarkan dalam IG dengan estimasi produksi rata-rata 4 ton. Keenam varietas unggul nasional yang menjadi andalan tersebut meliputi ​Balqis
​SOJ, Gandrung, Sayu Wiwit, ​Tawangalun, dan Madu Blambangan.

​Penyebaran varietas ini terpusat di beberapa kecamatan strategis, yaitu Songgon, Rogojampi, Singojuruh, Glagah, Licin, dan Srono. Sejak tahun 2015, pemerintah daerah Banyuwangi telah mencatat 12 jenis durian lokal sebagai varietas unggul, di mana separuhnya adalah jenis durian merah. (nan)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments