Selasa, April 21, 2026
BerandaHeadlinesAwas, Jangan Sepelekan Nyeri Haid! Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

Awas, Jangan Sepelekan Nyeri Haid! Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

SELASARSURABAYA – Nyeri haid adalah sakit atau kram di perut yang dialami pada saat menjelang atau selama haid. Umumnya, nyeri haid disebabkan oleh kontraksi otot untuk meluruhkan lapisan dalam rahim selama proses menstruasi. Namun, nyeri haid dikatakan tidak normal bila terasa sangat parah, atau tidak membaik setelah mengonsumsi obat antinyeri, bahkan menghambat aktivitas penderitanya.

“Tidak semua nyeri haid bisa dikategorikan normal. Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah endometriosis, yakni gangguan ketika jaringan mirip lapisan rahim tumbuh di luar rahim dan memicu peradangan kronis,” ujar Dr Sharifah Halimah Jaafar, Consultant Gynecologist, Endometriosis, Focused Spesialist, Advanced Minimally Invasive & Robotic Surgeon Hospital Picaso dalam diskusi kesehatan bertema Nyeri Haid Setiap Bulan, Apakah Tergolong Normal?, yang digelar di Surabaya, Kamis (26/2/2026) sore.

Dalam kesempatan tersebut, Sharifah menyoroti masih kuatnya budaya yang menganggap nyeri haid sebagai sesuatu yang wajar. Bahkan, tidak sedikit perempuan yang sejak remaja didoktrin lingkungan sekitarnya untuk menerima rasa nyeri saat haid sebagai hal yang lumrah.

“Kalau nyeri sampai mengganggu sekolah, pekerjaan, atau aktivitas sehari-hari, itu bukan hal yang harus dinormalisasi,” tegasnya.

Ia pun menyarankan perempuan menggunakan skala nyeri 0–10 untuk menilai rasa sakit. Bila nyeri berada di angka 6 ke atas, terutama berlangsung lebih dari dua hari atau semakin berat setiap bulan, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter.

“Nyeri yang perlu diwaspadai antara lain
nyeri hebat saat haid yang tidak membaik dengan obat pereda nyeri biasa. Kemudian nyeri sebelum, selama, hingga setelah menstruasi. Lalu nyeri saat buang air besar atau buang air kecil saat haid. Mengalami gangguan pencernaan seperti diare atau konstipasi saat menstruasi. Dan nyeri yang semakin bertambah berat dari bulan ke bulan,” jelasnya.

Ia menuturkan, nyeri fisiologis biasanya terjadi satu sampai dua hari saat menstruasi dan pola sakitnya relatif sama setiap bulan. Jika intensitas nyeri makin meningkat atau durasinya makin lama, hal itu patut diwaspadai.

“Bisa jadi itu ada penyakit serius seperti endometriosis, ademiosis, mioma, atau infeksi panggul,” imbuhnya.

Sharifah menekankan pentingnya edukasi sejak dini agar perempuan memahami batas normal nyeri haid. Dengan deteksi dan penanganan lebih awal, risiko komplikasi seperti nyeri kronis hingga infertilitas dapat ditekan.

“Kita perlu mengubah pola pikir bahwa semua nyeri haid itu normal. Perempuan berhak hidup tanpa rasa sakit yang berlebihan setiap bulan,” tandasnya. (rur)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments