Selasa, April 21, 2026
BerandaHeadlinesKisah Rafli, Dokter Muda Asal Tarakan yang Ingin Bantu Warga Pelosok Berobat

Kisah Rafli, Dokter Muda Asal Tarakan yang Ingin Bantu Warga Pelosok Berobat

SELASARSURABAYA – Permasalahan kekurangan tenaga kesehatan, khususnya dokter, di luar Pulau Jawa masih menjadi tantangan klasik. Kondisi tersebut justru menjadi motivasi besar bagi Muhammad Rafli, salah satu peserta dalam pelantikan dan sumpah dokter FK Unusa. Ia menegaskan cita-citanya untuk kembali ke daerah asalnya, Tarakan, dan berkontribusi langsung dalam peningkatan pelayanan kesehatan di daerah tersebut.

Sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara, Rafli tumbuh di lingkungan keluarga yang lekat dengan dunia medis. Kedua kakaknya telah lebih dulu menjadi dokter umum dan mengabdikan diri di Tarakan. Lingkungan keluarga itulah yang semakin menguatkan tekad Rafli untuk mendedikasikan diri membantu persoalan kesehatan di kampung halamannya.

“Bagi saya, pulang dan mengabdi di daerah asal itu bukan keterpaksaan. Itu pilihan hidup saya. Saya ingin membantu meningkatkan kualitas kesehatan di sana sekaligus tetap dekat dengan keluarga,” tuturnya, seperti dikutip Kamis (12/2/2026).

Rafli bukan orang yang ingin “mencari tempat nyaman” setelah lulus. Justru sebaliknya. Ia ingin kembali ke daerah yang pernah dikenal sebagai wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Meski kini Tarakan sudah berkembang pesat, ia menilai kebutuhan dokter tetap belum terpenuhi.

“Tarakan dulu termasuk daerah 3T, tapi sekarang sudah jadi daerah yang berkembang. Meski begitu, kebutuhan dokternya masih sangat dibutuhkan,” ungkapnya.

Usai dilantik, Rafli berencana menjalani program internship di Tarakan. Ia berharap pengabdiannya di daerah asal dapat menjadi jalan untuk memperoleh rekomendasi daerah, sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis.

Sejak masa kuliah, ia telah menaruh minat besar pada bidang Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah.

Ketertarikan itu bukan muncul secara tiba-tiba. Anak pasangan Syamsul Abdul Rasul dan Yuliana ini aktif mengikuti berbagai seminar, olimpiade, hingga penelitian yang berkaitan dengan kesehatan jantung.

Ia bahkan beberapa kali terlibat dalam penelitian bersama dokter-dokter spesialis jantung di Universitas Airlangga sebagai asisten peneliti.

“Belajar jantung itu kompleks dan menantang, tapi dampaknya sangat besar bagi kualitas hidup pasien. Dari situ saya merasa ini bidang yang ingin saya dalami,” tuturnya.

Pengalaman selama menjalani kepaniteraan klinik (koas) semakin menguatkan pilihan tersebut. Rafli kerap terlibat dalam tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) pada pasien yang mengalami henti jantung. Momen-momen kritis itu meninggalkan kesan mendalam baginya.

“Saat membantu RJP pada pasien dengan henti jantung, saya merasa ingin bisa berbuat lebih banyak. Sering ikut pilu juga melihat keluarga pasien, melihat ekspresi dan harapan mereka. Dari situ muncul keinginan saya untuk memberikan pelayanan yang lebih optimal di bidang kesehatan jantung,” ujarnya. (nan)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments